Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sambas bekerja sama dengan Kodim 1208/Sambas menggelar kegiatan Video Conference Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gudang dan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di 800 titik serentak di seluruh Indonesia, pada Jumat (17/10/2025).
Untuk wilayah Kabupaten Sambas, kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Parit Setia, Kecamatan Jawai. Hadir dalam kegiatan ini Komandan Kodim 1208/Sambas Letkol Czi Priyo Hindarto, Anggota DPRD Kabupaten Sambas H. Asmuli, Camat Jawai H. Izami, S.Pd., MM, Sekretaris Camat Jawai Dedi Setiana, S.H, Kepala Bidang Koperasi Diskumindag Kabupaten Sambas Syahrul Aman, serta para kepala desa dan perangkat pemerintahan Desa Parit Setia.
Acara video conference ini tersambung langsung dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gudang dan gerai Kopdes Merah Putih di Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pembangunan 800 gudang dan gerai Kopdes Merah Putih ini menandai dimulainya tahap operasional program strategis nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Peletakan batu pertama ini bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga penanda kembalinya rakyat menjadi pelaku utama ekonomi nasional. Koperasi akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa,” ujar Menkop Ferry dalam sambutannya melalui video conference.
Menkop menambahkan, Kopdes Merah Putih akan memiliki fungsi ganda sebagai penyalur kebutuhan pokok masyarakat sekaligus offtaker hasil pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk UMKM desa. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam proyek ini akan mempercepat proses pembangunan karena program ini dikategorikan sebagai operasi militer non-perang strategis yang memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menyukseskan program ini.
“Mari kita bersatu dan fokus bersama untuk menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa di seluruh Indonesia,” ujarnya.
