You are currently viewing Sinergi Diskominfo Sambas dan SMKN 1: Terobosan Baru Pembelajaran Berbasis Praktis

Sinergi Diskominfo Sambas dan SMKN 1: Terobosan Baru Pembelajaran Berbasis Praktis

SAMBAS – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sambas melakukan langkah progresif dalam dunia pendidikan dengan menjalin kolaborasi bersama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sambas. Kerja sama ini diwujudkan melalui program belajar mengajar langsung di lingkungan kantor Diskominfo Sambas yang menjadi tonggak baru sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan.

Program yang berlangsung selama satu bulan penuh ini, terhitung sejak 6 April hingga 30 April 2026, diikuti oleh 33 siswa dari jurusan Teknik Audio Video (TAV). Untuk memastikan pembelajaran berjalan intensif dan kondusif, para siswa dibagi ke dalam empat kelompok belajar.

Berbeda dengan praktik kerja lapangan (PKL) pada umumnya, program ini merupakan inisiasi pertama di mana instansi teknis seperti Diskominfo turun langsung memberikan materi pembelajaran layaknya di dalam kelas, namun dengan sentuhan praktik lapangan yang kental.

Materi yang diberikan dalam program ini disusun secara komprehensif untuk mencakup aspek teknis hingga legalitas, di mana para siswa mendalami teknik editing untuk mengasah kreativitas dalam mengolah konten, strategi publikasi guna memahami alur distribusi informasi kepada masyarakat, serta edukasi mengenai UU ITE agar mereka memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjadi konten kreator yang bijak serta bertanggung jawab di era digital.

Kepala Dinas Kominfo Sambas, Riza Sunanda, S.T., M.T., M.Eng., menyatakan dukungan penuhnya terhadap inovasi ini. Beliau menilai bahwa kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul di Kabupaten Sambas.
“Kami sangat mendukung program ini. Ini adalah langkah nyata untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan realita industri dan pelayanan publik. Kami berharap para siswa SMKN 1 Sambas bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para praktisi di sini,” ujar Riza Sunanda.

Dengan adanya program ini, diharapkan kesenjangan antara teori di sekolah dan kebutuhan praktis di dunia kerja dapat semakin diperkecil, sekaligus mencetak generasi muda yang mahir secara teknis dan melek hukum di era digital.

Leave a Reply