You are currently viewing Safari Inovasi Bappeda Sambas di Pemangkat dan Salatiga Tegaskan Kewajiban Inovasi di Tingkat Kecamatan

Safari Inovasi Bappeda Sambas di Pemangkat dan Salatiga Tegaskan Kewajiban Inovasi di Tingkat Kecamatan

Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda kembali melanjutkan rangkaian Safari Inovasi Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2024 dengan menyasar dua kecamatan pesisir, yaitu Kecamatan Pemangkat dan Kecamatan Salatiga. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya untuk memastikan kesiapan seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan, dalam menghadapi ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2024 kategori Perbatasan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kegiatan safari kali ini tidak hanya berfokus pada penjaringan data inovasi, tetapi juga penekanan aspek regulatif yang mengikat. Kepala Bidang Litbang Bappeda, Deliana R. Pridaningsih, S.St. Pi, M.Si , secara langsung menyampaikan pentingnya implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 4 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah. Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan kembali isi Pasal 8 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap perangkat daerah wajib memiliki paling sedikit satu inovasi daerah. Bahkan, Pasal 8 ayat (4) juga menyebutkan adanya sanksi administratif bagi perangkat daerah yang tidak memenuhi kewajiban tersebut.

Safari Inovasi di Kecamatan Pemangkat

Penyampaian ini menjadi pengingat tegas bahwa inovasi bukan sekadar pilihan atau formalitas, tetapi sebuah kewajiban hukum yang melekat pada fungsi pemerintahan daerah. Oleh karena itu, safari inovasi ini juga menjadi momentum sosialisasi dan pembinaan agar kecamatan dapat menyusun, mendokumentasikan, dan melaporkan inovasinya dengan tepat dan terukur.

Dalam kunjungannya ke Kecamatan Pemangkat, tim Litbang menerima informasi bahwa kecamatan tersebut telah menetapkan inovasi yang akan diajukan, yakni program yang bertujuan memperkuat pendekatan pelayanan masyarakat secara langsung dan terjadwal. Inovasi ini telah berjalan dan dinilai memiliki nilai manfaat serta daya dorong partisipasi masyarakat dalam pelayanan pemerintahan.

Berbeda halnya dengan Kecamatan Salatiga yang masih dalam proses pendalaman inovasi. Dalam dialog yang berlangsung, Sekretaris Camat Salatiga menyampaikan bahwa keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu kendala utama dalam memaksimalkan pelaksanaan inovasi daerah. Meski demikian, safari inovasi ini memberi ruang dan dukungan agar kecamatan tetap termotivasi untuk menggali potensi yang ada dan mulai membangun inovasi yang realistis sesuai dengan kapasitas dan karakteristik wilayahnya.

Safari Inovasi di Kecamatan Salatiga

Respons positif datang dari kedua kecamatan terhadap kegiatan safari ini. Para camat dan perwakilan staf kecamatan menyatakan bahwa kehadiran tim Litbang sangat membantu dalam memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kewajiban inovasi serta memberi semangat baru untuk mulai berinovasi, terlepas dari kondisi awal yang berbeda-beda antar wilayah. Pendekatan humanis dan dialogis yang dilakukan Litbang Bappeda mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa inovasi tidak harus selalu besar dan kompleks, melainkan bisa dimulai dari kebutuhan riil dan solusi sederhana namun berdampak.

Safari Inovasi Daerah terus berperan sebagai jembatan komunikasi antara perencana pembangunan daerah dan pelaksana di lapangan. Dengan menjangkau hingga ke tingkat kecamatan, Pemerintah Kabupaten Sambas memperlihatkan komitmen nyata dalam membangun budaya inovatif di seluruh lapisan birokrasi. Melalui langkah ini, diharapkan akan lahir lebih banyak inovasi yang inklusif, solutif, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Leave a Reply