Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sambas mengambil langkah strategis dalam menjaga kondusivitas ruang digital dan membangun citra positif daerah. Kepala Dinas Kominfo Sambas, Riza Sunanda, S.T., M.T., M.Eng., mengundang jajaran pengurus Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sambas dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sambas ke Kantor Diskominfo Sambas pada Senin (22/6/2026).
Pertemuan ini digelar khusus sebagai upaya memperkuat komunikasi dan membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan insan pers. Langkah ini dinilai krusial guna menciptakan iklim yang positif di media sosial serta menjaga reputasi Kabupaten Sambas di mata publik.
Dalam dialog tersebut, Kadis Kominfo Sambas, Riza Sunanda, memaparkan salah satu tantangan besar yang kerap dihadapi saat ini, yaitu derasnya arus pemberitaan dan informasi di media sosial. Ia menyoroti fenomena banyaknya isu-isu negatif yang begitu mudah menjadi viral sebelum kebenarannya terbukti secara sah.
Sebagai langkah preventif untuk meredam maraknya pemberitaan negatif di media sosial, Riza mengajak seluruh insan pers yang bernaung di bawah PWRI dan IWO Sambas untuk memperketat proses filtrasi informasi. Ia menekankan bahwa setiap isu atau kejadian yang berkembang di masyarakat wajib melalui proses verifikasi dan konfirmasi yang ketat sebelum diangkat menjadi sebuah berita.
Merespons ajakan sinergi tersebut, Ketua DPC PWRI Kabupaten Sambas, Samsul Hidayat, menyambut baik inisiatif yang diambil oleh Diskominfo Sambas. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kemajuan daerah, Samsul memberikan saran konstruktif terkait agenda kerja sama ke depan. Ia mengusulkan agar pertemuan dan komunikasi formal maupun informal antara pemerintah dengan lembaga pers serta berbagai lini media massa dapat diagendakan secara berkala.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi interaktif ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi sehat antara Diskominfo Sambas, PWRI, dan IWO dalam mengawal keterbukaan informasi publik yang sehat, edukatif, dan bebas dari hoaks.
